Giorgio Chiellini Sebut Antonio Conte Ragu-ragu Melatih Inter Milan

Umpanbalik.com – Bek andalah Juventus, Giorgio Chiellini, meyakini bahwa mantan pelatihnya Antonio Conte itu merasa ragu untuk melatih Inter Milan.

Saat mempromosikan bukunya, ‘Io, Giorgio’, Chiellini menunjukkan rasa tidak sukanya kepada Inter Milan. Memang Juventus dan Inter Milan dikenal sebagai musuh bebuyutan.

Yang menjadi masalah, saat ini Antonio Conte menukangi Inter Milan. Bahkan mereka smulai menunjukkan tand-tanda kebangkitan semasa dilatih oleh pria berkebangsaan Italia tersebut.

Conta secara populeritas di panggung kepelatihan setelah menui kesuksesan dengan Juventus. Trofi Scudetto berhasil ia raih dalam tiga musim di Turin. Dan Chiellini  merupakan salah satu pemain andalannya pada kala itu.

Ketika mempromosikan bukunya, Chiellini tidak menahan sama sekali kritiknya terhadap orang yang ia tidak suka. Tidak peduli apakah mereka pernah menjadi rekan setimnya atau tidak, Mario Balotelli dan Felipe Melo adalah contohnya.

Baca Juga:

Gelandang Tottenham, Delle Alli Mengalami Nasib Sial Saat Rumahnya Dirampok
Resmi, Federasi Sepakbola Italia Akan Melanjutkan Liga Pada Tanggal 13 Juni

Berbeda dengan Conte, Chiellini tidak memendam dendam sama sekali. bhakan ia yakin kalau Conte selalu merasa keraguan setiap melihat logo Inter di jaketnya.

“Saya memaafkan dia karena berada di Inter hanya karena saya mengenal dia, saya menyenangi dia dan tahu bahwa kalau dia ke sana karena bersikap sangat profesional,” tulis Chiellini, seperti dikutip dari Football Italia.

“Namun, saya yakin dia akan merasakan keraguan pada malam hari dan kapanpun dia melihat lambang Inter di jaketnya, keraguan itu akan muncul sedikit demi sedikit.”

Inter Memiliki beberapa pencapaian yang dapat dibanggakan. Mereka adalah peraih treble pertama dan satu-satunya, sejauh ini, di Italia dan belum pernah merasakan pentas kasta kedua, Serie B.

Meski demikian, Chiellini tetap memandang tinggi timnya ketimbang Inter. “Saya masih berpegang teguh pada gagasan yang menyebutkan bahwa Juventus lebih baik dari Inter,” lanjutnya.

“Bahkan meskipun tim terbaik tidak selalu menang. Tim yang paling konsisten adalah pemenangnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *