Neymar Samai Rekor Messi Usai Kalahkan Atalanta Dengan Dramatis

Umpanbalik.com Neymar baru saja mengukir rekor individu baru dalam kemenangan dramatis Usai PSG mengalahkan Atalanta dengan skor 2-1 di perempat final Liga Champions, Kamis (13/8/2020) dini hari WIB.

Seperti yang diketahui, PSG sukses membungkam Atalanta secara dramatis dengan skor 2-1 pada perempat final Liga Champions 2019/20, Kamis (13/8/2020) di stadion Da Luz, Lisbon, Portugal. Kemenangan itu di raih setelah Gli Orobici unggul lebih dulu pada menit 26 lewat kaki Mario Pasalic.

Setelah itu, laga praktis menjadi milik PSG. Akan tetapi, Les Rouge et Blue baru bisa mencetak gol pada injury time babak kedua lewat sepakan Marquinhos dan Eric Maxim Choupo-Moting. Kedua gol tersebut tercipta karena ada peran Neymar yang sangat membantu.

Pria berusia 28 tahun itu tercatat melakukan 16 kali dribel sepanjang 90 menit pertandingan. Neymar Jr menyamai rekor yang dicatatkan mantan rekan setimnya, Lionel Messi, pada laga Manchester United vs Barcelona pada Liga Champions 2007-2008.

“Neymar sukses melakukan 16 kali dribel melawan Atalanta, paling banyak dilakukan seorang pemain di laga Liga Champions sejak Lionel Messi vs Manchester United April 2008.” Cuitan Twiter @OptaJoe.

Belasan dribel yang dilakukan Neymar Jr itu sukses mengacak pertahanan Atalanta. Mereka terlihat kerepotan mengantisipasi dribel mumpuni eks pemain Sao Paulo itu selama 90 menit. Hasilnya, para penggawa La Dea terlihat kelelahan hingga hilang fokus pada injury time yang berujung dua gol.

Baca Juga : Ferran Torres Gabung Man City Karena Terinspirasi Dari Pemain ini

Meski itu bukan penampilan sempurna dari Neymar di mana dia melewatkan peluang emas untuk membuka skor di lima menit pertama, ia jelas bertekad untuk memastikan PSG akhirnya melaju ke semifinal.

Berdasarkan catatan WhoScored, jumlah dribel Neymar pada laga tersebut mengungguli Lionel Messi dan Lorenzo Insigne. Keduanya mencatatkan 11 kali dribel pada satu laga di Liga Champions 2019-2020.

Kemenangan 2-1 itu membuat PSG melaju ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 1994-1995 ketika masih di bawah asuhan manajer Luis Fernandez.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *