Profil Carles Puyol

Carles Puyol
Puyol2011.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Carles Puyol i Saforcada
Tanggal lahir 13 April 1978 (umur 41)
Tempat lahir La Pobla de Segur, Spanyol
Tinggi 1,78 m (5 ft 10 in)
Posisi bermain Bek
Karier junior
1993–1995 Pobla de Segur
1995–1996 Barcelona
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1996–1997 Barcelona C
1997–2000 Barcelona B 89 (6)
1999–2014 Barcelona 392 (12)
Total 481 (18)
Tim nasional
1995 Spanyol U-18 3 (0)
2000 Spanyol U-21 4 (0)
2000 Spanyol U-23 5 (0)
2000– 2014 Spanyol 100 (3)
2001– 2014 Katalonia 6 (0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

 


Carles Puyol adalah pemain bertahan asal Spanyol sekaligus kapten Barcelona. Meskipun ukuran tubuhnya termasuk kecil untuk seorang bek tengah, hanya 178 cm, namun ia diakui sebagai salah satu palang pintu terkuat di dunia.

Puyol lahir di La Pobla de Segur, Spanyol dengan nama asli Carles Puyol i Saforcada, p13 April 1978. Sosok anak dari Josep ini mudah dikenali karena gaya rambut ikalnya yang lebat.

Puyol mengawali karirnya sebagai pemain sepakbola untuk klub kota kelahirannya, Catalonia. Awalnya, ia di posisi penjaga gawang. Namun karena menderita cedera bahu, Puyol kemudian beralih menjadi seorang striker.

Pada permulaan karir, orangtuanya meragukan bakat Puyol dalam bermain bola. Mereka pun lebih mendorong Puyol untuk fokus ke sekolah dan belajar.

Untuk membuktikan kepada orangtuanya, ia akhirnya bergabung dengan La Masia, akademi sepakbola junior milik raksasa Spanyol, Barcelona, 1995. Ia belajar sebagai gelandang bertahan. Selang dua tahun kemudian, ia mulai bermain untuk Tim B Barcelona dan menempati posisi bek kanan.

Namun, tahukah Anda bahwa setahun sebelum Puyol melakukan debut pada 2 Oktober 1999, pihak kesebelasan Barcelona menerima tawaran transfer dari Malaga untuk memboyong Puyol? Akan tetapi, Puyol menolak mentah-mentah tawaran tersebut karena ia percaya bisa menembus tim utama Blaugrana. Kepercayaannya tersebut makin menguat setelah melihat sahabatnya, Xavi Hernandez, mampu menjalani debut di bawah kepelatihan Van Gaal pada 18 Agustus 1998 lalu.

Xavi Hernandez memang menjadi sahabat sejati Carles Puyol baik di lapangan maupun di luar lapangan. Momen terbaik keduanya jelas terlihat saat tendangan bebas Xavi berhasil disambar oleh tandukan Puyol ke gawang Casillas pada laga El Clasico. Sebagai pengingat, Barcelona berhasil memenangkan laga tersebut dengan skor akhir 2-6. Begitu pula saat Spanyol berhasil mengalahkan Jerman di laga semifinal Piala Dunia 2010 berkat tendangan pojok Xavi.

Kini, Xavi dan Puyol sudah memilih jalan sendiri-sendiri pasca mengukuhkan diri sebagai pemegang caps terbanyak di kubu Blaugrana dengan total 767 caps milik Xavi dan 593 milik Puyol. Urusan gelar, bagi Puyol sudah tak ada yang meragukannya lagi. Bahkan ia sendiri mengakui dan bangga karena sanggup memimpin Barca yang berhasil menjadi pengubah sejarah klub yang tentunya akan dikenang sepanjang masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *