Profil Miralem Pjanić

Miralem Pjanić
Informasi pribadi
Tanggal lahir 2 April 1990 (umur 30)
Tempat lahir Tuzla, SFR Yugoslavia
Tinggi 1,80 m (5 ft 11 in)
Posisi bermain Gelandang
Informasi klub
Klub saat ini Juventus
Nomor 5
Karier junior
1997–2004 FC Schifflange 95
2004–2007 Metz
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2007–2008 Metz 32 (4)
2008–2011 Lyon 90 (10)
2011–2016 Roma 159 (27)
2016– Juventus 92 (12)
Tim nasional
2006 Luksemburg U-17 4 (5)
2007 Luksemburg U-17 3 (1)
2008– Bosnia dan Herzegovina 37 (6)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 28 Februari 2012.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 22 September 2012


Biodata

Miralem Pjanic sudah menunjukkan bakat bermain sepak bola sejak berusia 7 tahun. Ayahnya yang juga merupakan mantan pemain sepakbola divisi tiga di Yugoslavia memasukkannya ke akademi klub lokal FC Schifflange 95. Selama menimba ilmu di FC Schifflange 95, Pjanic sukses menarik perhatian beberapa klub dari Belgia, Jerman, Belanda, dan Perancis. Setelah 7 tahun menimba ilmu di FC Schifflange 95, pemain kelahiran 2 April tersebut memutuskan untuk melanjutkan karirnya bersama akademi FC Metz Perancis pada 2004.

Pemain kelahiran 1990 ini menimba ilmu di akademi FC Metz sejak usianya 14 tahun selama 3 tahun. Selama itu ia juga turut bermain untuk tim Metz U-16 dan sukses memenangkan “Championnat National des 16 ans” pada musim 2005/2006. Setelah itu karirnya perlahan menanjak ke tim U-18 hingga ke tim Reserve. Puncaknya ia didaftarkan masuk ke tim senior Metz pada 2007 oleh sang arsitek, Francis De Taddeo dan melakoni debutnya saat melawan Paris Saint-Germain pada Agustus 2007. Ia mendapat kontrak profesional pertamanya untuk Metz pada November 2007 atas dasar penampilannya yang impresif.

Selama satu musim penampilannya bersama Metz, Pjanic sukses mencatakan namanya sebanyak 4 kali di papan skor dari 38 kali pertandingan yang ia jalani. Meski akhirnya Metz tetap harus terdegradasi ke Ligue 2, penampilan impresif sepanjang musim pemain Bosnia ini sukses membuatnya masuk daftar nominasi pemain muda terbaik Ligue 1. Atas raihan tersebut, banyak klub yang ingin meminangnya, termasuk Arsenal, Chelsea, Barcelona, Real Madrid, Inter dan AC Milan. Namun raksasa Perancis Lyon yang akhirnya sukses mendapatkan jasanya.

Pada bursa transfer musim panas 2008, Olympique Lyon resmi memperkenalkan Pjanic sebagai pemain mereka. Ia didatangkan dengan nilai kontrak berkisar antara €7,5 juta. Pemain asal Bosnia ini disiapkan kubu Lyon sebagai pengganti Juninho yang telah berusia 34 tahun. Musim pertamanya di Lyon terganggu akibat cedera yang ia dapat saat melawan Sochaux. Ia terpaksa harus beristirahat selama 2 bulan akibat tackle dari pemain Sochaux, Stephane Dalmat. Namun musim selanjutnya ia jalani dengan torehan positif sebagai pilihan utama gelandang Lyon. Ia pun mendapat kehormatan untuk mengenakan kostum bernomor 8 yang sebelumnya dikenakan legenda Lyon, Juninho.

Posisinya di starting eleven Lyon mulai tergusur kala pada musim 2010/2011 dengan datangnya Yoann Gourcuff dari Bordeaux. Hal itu membuatnya memutuskan hengkang ketika AS Roma meminangnya pada Agustus 2011. Ia pindah ke Roma dengan nilai transfer mencapai €11 juta dengan durasi 4 tahun. Ia mencetak gol pertamanya kala bertanding melawan Lecce. Sejak musim keduanya di Roma, Pjanic selalu menjadi pilihan utama di skuat serigala Roma.

Di level internasional, Pjanic sempat bermain untuk Timnas Junior Luxembourg pada kejuaraan Eropa U-17 tahun 2006. Ia dipanggil Timnas Luxembourg karena ia menghabiskan masa kecilnya bersama ayahnya di Luxembourg. Namun untuk level senior, karena ia tak pernah bermain bersama Timnas senior Luxembourg, FIFA mengizinkannya untuk pindah kewarganegaraan dan bermain untuk Bosnia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *