Profile Fernando Torres

Fernando Torres
Informasi pribadi
Nama lengkap Fernando José Torres Sanz
Tanggal lahir 20 Maret 1984 (umur 36)
Tempat lahir Fuenlabrada,
Comunidad de Madrid, Spanyol
Tinggi 1,86 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain Striker
Informasi klub
Klub saat ini Sagan Tosu
Nomor 9
Karier junior
1995–2001 Atlético Madrid
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2001–2007 Atlético Madrid 214 (82)
2007–2011 Liverpool 102 (65)
2011–2015 Chelsea 110 (20)
2014–2015 → Milan (pinjaman) 10 (1)
2015–2016 Milan 0 (0)
2015–2016 → Atlético Madrid (pinjaman) 49 (14)
2016–2018 Atlético Madrid 58 (13)
2018- Sagan tosu 18 (2)
Tim nasional
2000 Spanyol U-15 1 (0)
2001 Spanyol U-16 9 (11)
2001 Spanyol U-17 4 (1)
2002 Spanyol U-18 1 (1)
2002 Spanyol U-19 5 (6)
2002–2003 Spanyol U-21 10 (3)
2003–2014 Spanyol 110 (38)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 20:37, 10 Juli 2018 (UTC).

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 20:37, 10 Juli 2018 (UTC)


Biografi :

Fernando Torres (lahir di Madrid, Spanyol, 20 Maret 1984; umur 36 tahun) adalah pemain sepak bola Spanyol yang mempunyai julukan El Niño (“Anak Lak-Laki”). Posisinya adalah penyerang.

Ia mulai tertarik bermain sepak bola sejak kecil dan bergabung pertama kali bersama Parque 84 ketika berusia 5 tahun. Kakeknya sebenarnya tidak terlalu menyukai sepak bola, namun sangat bangga menjadi suporter Atlético Madrid, dan Torres juga mewarisi menjadi supporter klub dari kota madrid tersebut.

Sebenarnya Torres ingin menjadi penjaga gawang, seperti kakaknya. Namun, ketika berusia tujuh tahun, dia mulai bermain sebagai penyerang dalam Liga indoor besama klub di lingkungannya, Mario’s Holland. Tiga tahun kemudian, ketika berusia 10 tahun, dia mulai bermain dalam sepak bola sebenarnya bersama Rayo 13.

Setelah penampilan yang menawan bersama klub barunya, di mana dia mencetak 55 gol, Torres menjadi satu dari tiga pemain Rayo 13 yang mencoba untuk bermain dengan Atlético Madrid. Dia membuat kagum pencari bakat dan saat berusia 11 tahun, dia bergabung bersama klub pada tahun 1995.

Torres memulai karirnya bersama Atlético Madrid. Bersama Atlético Madrid, Torres bermain sejak tim junior. Dia memulai debut profesionalnya pada 27 Mei 2001 dan mencetak gol pertamanya seminggu kemudian. Pada musim 2003-2004 Torres mencetak 21 gol setelah sebelumnya dianggap sebagai Vicente Calderon muda pada usia 19 tahun.

Selama 12 tahun kariernya bersama Atlético, Torres telah mengkoleksi 75 gol dalam 174 penampilan di La Liga. Namun sebelumnya, Torres sempat bermain selama dua musim di Segunda División, bermain sebanyak 40 pertandingan dan torehan 7 gol.

Kemudian dia bergabung dengan Liverpool pada Juli 2007 dalam usia 23 tahun, dengan nilai transfer diperkirakan sekitar £20 juta yang memecahkan rekor nilai transfer Liverpool. Torres mencatat sejarah di musim pertamanya bersama Liverpool dengan menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari 20 gol dalam pertandingan liga dalam satu musim sejak Robbie Fowler pada musim 1996-1997.

Dia juga bermain dalam timnas Spanyol dan membuat debutnya bersama tim senior saat pertandingan melawan Portugal pada September 2003. Tujuh bulan kemudian dia mencetak gol pertamanya ke gawang Italia. Torres telah bermain bersama tim nasional Spanyol dalam 3 turnamen besar: Euro 2004, Piala Dunia 2006 dan Euro 2008.

Torres gagal mencetak gol untuk tim Spanyol dalam Euro 2004, namun dia berhasil mencetak 3 gol dalam Piala Dunia 2006. Torres mencetak satu-satunya gol kemenangan Spanyol dalam partai final Euro 2008 melawan Jerman dengan skor akhir 0-1.

Menjelang deadline transfer musim dingin bulan Januari tahun 2011, ia hijrah ke Chelsea dengan harga 50 Juta Poundsterling, menjadikannya pemain nomor 4 termahal dunia, di rekor dunia transfer saat itu.

Dalam ajang piala konfederasi 2013 di Brazil, Torres berhasil menggandol gelar top skorer. Selama dua pekan berlaga di turnamen tersebut, ia menjadi pemain paling subur dengan mencetak lima gol dalam empat pertandingan. Empat gol di antaranya dibuat Torres ketika Spanyol menghancurkan Tahiti 10-0 di babak grup.

Dengan perolehan gol tersebut, Torres sama dengan bomber Brasil Fred. Namun, ‘Sepatu Emas’ menjadi milik El Nino karena memiliki waktu bermain lebih sedikit. Fred yang bermain di lima laga memperoleh ‘Sepatu Perak’ dan ‘Sepatu Perunggu’ didapat Neymar yang mencetak empat gol dan dua assist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *