Tak Peduli Dengan Kritik, Norwich Tetap Liburkan Para Staff

Umpanbalik.com – Berbeda dengan klub Inggris lainnya, Norwich tetap merumahkan stafnya di tengah pandemi virus Corona. Cara ini dinilai sebagai langkah terbaik Norwich untuk bisa bertahan.

Pandemi virus corona membuat Premier League dan liga-liga top Eropa lainnya ditangguhkan sampai batas waktu tidak ditentukan. Dua liga bahkan sudah menyatakan berhenti yakni Belgia dan Belanda.

Tak adanya aktivitas atau pertandingan membuat klub kehilangan pemasukan. Alhasil klub Liga Inggris harus mencari cara untuk menyeimbangkan neraca keuangannya dengan salah satunya merumahkan para pegawai.

Sebenarnya klub-klub Liga Inggris bisa memakai dana bantuan pemerintah sebesar 80 persen untuk menalangi gaji pegawai, dan 20 persennya berasal dari kas klub sendiri.

Tapi Liverpool. Tottenham, dan Bournemouth mencabut keputusan merumahkan karyawannya karena badai kritik yang ada. Meski demikian, Norwich tetap dengan keputusannya itu.

Merumahkan karyawan adalah cara terbaik untuk menjaga keberlangsungan klub ke depan. Norwich berpotensi kehilangan banyak uang yang nominalnya mencapai 35 juta paun atau sekitar Rp 673 miliar.

Baca Juga : Arsenal Kibarkan Bendera Putih untuk Pertahankan Pierre-Emerick Aubameyang

Walau begitu, Norwich juga tetap berempati atas pandemi ini dengan menyumbang 200 ribu paun kepada badan amal.

“Kami hanya merumahkan staf yang memang tidak bisa bekerja di tengah pandemi saat ini, jadi masih ada sekitar 50 persen staf yang bekerja di berbagai sektor berbeda di klub ini. Kami mengambil keputusan ini untuk melindungi staf, tidak cuma sekarang, tapi untuk ke depannya,” ujar Direktur Bisnis Klub Zoe Ward seperti dikutip Sportskeeda.

“Kami tidak akan mengubah keputusan klub hanya karena cara pandang masyarakat. Kami yakin dengan keputusan ini dan percaya sudah melakukan yang terbaik untuk bisnis klub. Itulah yang orang lupakan – ini adalah bisnis,” ucap Direktur Olahraga Norwich Stuart Webber.”

“Tidak ada satupun yang mengkritik Mercedes ketika melakukan ini, tapi orang-orang menyerang klub sepakbola karena mereka tahu pemain serta staf mendapat uang banyak. Sebenarnya lebih banyak bisnis yang menghasilkan banyak uang, tapi tidak disorot seperti sepakbola.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *